Mensikapi Perbedaan Idul Fitri 1427 H

Petuah, Pandangan dan Pemikiran KH. Maimoen Zubair 

Bagaimana Ulama Salaf Berbeda Pendapat

Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Semoga Shalawat serta salam selalu mengalir ke pangkuan Nabi Muhammad beserta Keluarga dan Sahabatnya.

 
Belakangan ini sering muncul perbedaan pendapat di kalangan umat Islam yang sering berujung pada permusuhan, saling membenci dan perpecahan, hal mana tidak pernah terjadi pada masa awal Islam. Generasi awal Islam menyikapi perbedaan pendapat sebagai sebuah rahmat, sebagaimana dijelaskan Hadis Rasulullah:
اختلاف أمتى رحمة
“Perbedaan umatku adalah rahmat”

Pada saat itu, setiap orang yang berbeda pendapat konsisten dengan hasil ijtihad masing-masing tanpa harus mencela hasil ijtihad orang lain. Apalagi mereka meyakini bahwa seorang mujtahid tidak selayaknya mengikuti hasil ijtihad orang lain.

Ungkapan Cinta


سلام الله يا مطرٌ عليها وليس عليك يا مطر السلام
 
“Keselamatan semoga untuk dia, tidak engkau wahai Pak Mathor!" geram Al-Ahwash, karena kekasihnya diperistri oleh Pak Mathor sebelum ia berani mengungkapkan isi hatinya. Syair ini sangat terkenal di pondok, dan dijadikan syahid dalam 'munada' yang ditanwin karena dharuratusysyi'ir.
 
Pesan: segera ungkapkan isi hati Anda, sebelum 'gamblis' seperti Al-Ahwash

Cara Taqarrub Kepada Allah

Cara mendekatkan diri kepada Allah adalah melalui dua hal. Yang pertama bersifat positif (ijabiy). Yaitu dengan ilmu dan memperbanyak melakukan amalan-amalan sunnah. Dalam suatu maqolah disebutkan bahwa Allah tidak memilih kekasih-Nya dari orang yang bodoh. Andai Dia berkehendak menjadikan orang tersebut sebagai kekasih-Nya pastilah Dia mengajarinya.

Goa Tsur

Kisah ini terjadi pada saat Abu Bakar Shiddiq RA menemani Rasulullah SAW berhijrah menuju Madinah dan harus menginap di Gua Tsur selama 3 malam. Karena mahabbah yang begitu tinggi kepada kekasih Allah SWT, Abu Bakar dengan sepenuh jiwa dan raga terus menemani Rasulullah dalam hijrah yang penuh rintang.

Bencana Alam Antara Azab dan Rahmat

Petuah, Pandangan dan Pemikiran KH. Maimoen Zubair

Di penghujung 2004 sebuah gempa yang disusul dengan tsunami menghantam salah satu wilayah Indonesia, Aceh. Tsunami Aceh yang disebut-sebut sebagai salah satu bencana terbesar di dunia telah meluluh-lantakkan sebagian besar wilayah yang dijuluki “serambi Makkah”. Apa yang sebenarnya sedang menimpa 4 juta muslim di bumi serambi Makkah? Azabkah atau cobaan dari Allah?
Bertolak dari sebuah peristiwa aktual di atas, Syaikhuna KH. Maimoen Zubair mencoba menjelaskan pandangannya tentang bencana alam dari sudut pandang Al-Quran dan Hadis. Ada dua hal pokok yang disampaikan Syaikhuna berkaitan dengan bencana Alam. Pertama, tentang hakikat bencana. Kedua, bahwa peristiwa bencana alam adalah salah satu bukti atas kerasulan Nabi Muhammad.

Syarat Mursyid

Bismillah wala haula wala quwwata illa billah.
Syarat menjadi mursyid sebagimana yang ditulis oleh syech Abdul Qadir Isa pada kitab Haqaiq an Attasawwuf ada empat, yaitu:

Fir'aun dan Kerajaannya


Petuah, Pandangan dan Pemikiran KH. Maimoen Zubair


Surat Ghofir: 37-39 أَسْبَابَ السَّمَاوَاتِ فَأَطَّلِعَ إِلَى إِلَهِ مُوسَى وَإِنِّي لَأَظُنُّهُ كَاذِبًا وَكَذَلِكَ زُيِّنَ لِفِرْعَوْنَ سُوءُ عَمَلِهِ وَصُدَّ عَنِ السَّبِيلِ وَمَا كَيْدُ فِرْعَوْنَ إِلَّا فِي تَبَابٍ

Surat Ghofir, ayat 37 di atas menjelaskan keadaan lingkungan di sekitar kita. Tahun berganti tahun selalu berubah baik dari pembangunannya ataupun segi moralnya. Dalam pembangunan masyarakat yang berkembang sekarang ini sedang berlomba-lomba menciptakan sesuatu yang besar serta menakjubkan dan sering dijumpai di berbagai sudut kota banyak bangunan menjulang tinggi yang terkenal dengan sebutan bangunan pencakar langit yang merupakan hasil kerja keras para insinyur masa kini (modern). Maka, keadaan tersebut kalau kita mau berpikir merupakan perkara yang bisa disebut sebagai suatu keanehan (dengan memandang pada tempat-tempat yang tinggi) dengan contoh banyak bangunan sekarang yang menggunakan perangkat lift yang digunakan sebagai alat untuk naik-turun. Sehingga dengan alat tersebut akan memudahkan untuk melihat ke semua arah manapun.

Kesinambungan Ulama



Petuah, Pandangan dan Pemikiran KH. Maimoen Zubair

Sungguh ada kebahagiaan yang sangat mendalam jika masih ada umat Islam yang berpegang teguh pada ajaran Ahlussunnah wal Jamaah. Yaitu golongan yang mengikuti Sunnah Nabi dan yang mengikuti kelompok Sahabat Rasulullah SAW yang mengembalikan sesuatu kepada asalnya, yaitu al-Quran dan al-Hadis. Sebab keduanya itu saling berkaitan. Sebaik-baiknya zaman adalah zaman Rasulullah SAW. Lalu zaman setelahnya dan setelahnya. Masa kenabian itu berjumlah 23 tahun, 13 tahun Rasulullah berada di Makkah dan 10 tahun berada di Madinah. Di masa ini merupakan masa pokok keislaman. Banyak sahabat yang menyertai Rasulullah SAW, padahal al-Quran belum ditulis, yang hanya di hati dan bibir.

Penaksir Harga Unta

Menjadi pemimpin jangan mengumbar pernyataan-pernyataan yang tidak perlu. Ia harus berhati-hati dalam berbicara. Sangat boleh jadi pernyataan-pernyataan yang dia keluarkan menjadi kontra-produktif.

KH. Maimoen Zubair

KH. Maimoen Zubair adalah gambaran sempurna dari pribadi yang santun dan matang. Semua itu bukanlah kebetulan, sebab sejak dini beliau hidup dalam tradisi pesantren yang diasuh langsung oleh ayah dan kakeknya sendiri.

Nasehat Pada Pemimpin

Langkah-langkah yang seharusnya dilakukan oleh seorang pemimpin adalah sebagai berikut:

1. Memulai perbaikan dari dalam:
Hal ini sangat ditekankan sekali karena seorang pemimpin adalah tokoh panutan, terutama bagi rakyatnya. Tidak bijak dan tidak etis sama sekali jika seorang pemimpin hanya bisa memerintahkan ini-itu dengan seenaknya sendiri, sedangkan ia sendiri atau keluarganya masih sering melanggar peraturan yang sudah ditetapkan.

Cinta kepada Allah

Terma wushul adalah terma sufistik, yang artinya "sampai" kepada Allah. Untuk wushul kepada Allah, seorang muslim sufi tidak dapat meninggalkan ibadah sebagai landasan utamanya. Namun ia tidak boleh mencukupkan dengan ibadah saja, ia juga harus menjaga sopan-santunnya (adab).

Liberal dan Sekular

Islam merupakan agama universal, ajarannya mencakup seluruh aspek kehidupan umat manusia yang berlaku di setiap tempat dan masa. Universalisme Islam terintegrasi dan terkodifikasi dalam akidah, syariah, dan akhlak.